Lagu Satu Darah merupakan lagu pop daerah Ambon yang diciptakan oleh Doddie Telehala dan dinyanyikan oleh Latris, yang mengangkat tema persaudaraan, kerinduan, dan ikatan batin dalam keluarga masyarakat Maluku. Istilah “kaka e” dalam lagu ini merupakan panggilan khas seorang adik kepada kakaknya, yang digunakan sebagai ungkapan kasih, hormat, dan kedekatan emosional. Melalui lirik berbahasa dialek Ambon, lagu ini menggambarkan perasaan adik yang merindukan sang kakak yang berada jauh di perantauan, terpisah oleh lautan dan jarak, namun tetap terikat dalam satu darah dan satu hati. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampai nilai budaya tentang kuatnya hubungan kekeluargaan dan rasa saling memiliki dalam kehidupan masyarakat Maluku.
🎵 Lirik Lagu “Kaka e” Dialek Ambon
Taputus tali sio
Jangan putus di hati
Tali di hati sio
Taika sampe mati
Tasonto batu
Sapa yang bisa angka lai
Mo kasi tangan sio
Sio jauh langgar lautan
Kaka e…
Sapa mo lia sapa lai
Dengar kaka susah
Ade mau putus jantong e
Kaka e…
Tapele gunung tanjong
Mari pulang dolo
Lia mama deng basudara dong
Di kiri kanan ada suara
Seng sama manis
Deng kaka jua
Tapata layar sio
Jangan pata di kabar
Jang cuma kabar sio
Apa rasa di dada
Kuat di tulang
Kurang jua di dulang
La kalau ada sio
Beta dukung kaka pulang
Kaka e…
Sapa mo lia sapa lai
Dengar kaka susah
Ade mau putus jantong e
Kaka e…
Tapele gunung tanjong
Mari pulang dolo
Lia mama deng basudara dong
Di kiri kanan ada suara
Seng sama manis
Deng kaka jua
🎵 Arti Lirik Lagu “Kaka e” dalam Bahasa Indonesia
Terikatlah tali, sayang
Jangan terputus di hati
Tali di dalam hati, sayang
Terikat sampai mati
Bukan soal batu
Siapa yang mampu mengangkatnya lagi
Ingin menggenggam tanganmu, sayang
Namun terpisah oleh luasnya lautan
Kaka e…
Siapa lagi yang akan saling menatap
Mendengar derita kakak
Hati adik hampir berhenti berdetak
Kaka e…
Menyebrangi gunung dan tanjung
Mari pulang terlebih dahulu
Menengok ibu dan saudara-saudara
Di kiri dan kanan ada suara
Namun tak semanis
Suara bersama kakak
Terbentang layar, sayang
Jangan patah oleh kabar
Jangan hanya kabar, sayang
Rasakan apa yang ada di dada
Kuat di tulang
Namun kurang di hidangan
Jika ada kesempatan, sayang
Aku mendukung kakak pulang
Kaka e…
Siapa lagi yang akan saling menatap
Mendengar derita kakak
Hati adik hampir berhenti berdetak
Kaka e…
Menyebrangi gunung dan tanjung
Mari pulang terlebih dahulu
Menengok ibu dan saudara-saudara
Di kiri dan kanan ada suara
Namun tak semanis
Suara bersama kakak

Komentar